Manfaat Antioksidan Bagi Tubuh dan Sumber Alaminya


Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock

Tangkas Net Indo - Manfaat antioksidan bagi tubuh adalah melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut, kamu perlu mengonsumsi berbagai sumber makanan yang mengandung antioksidan.


Radikal bebas adalah zat yang terbentuk secara alami selama proses metabolisme di dalam tubuh. Selain itu, zat tersebut juga bisa berasal dari luar tubuh, misalnya dari polusi, asap rokok, pestisida, atau obat-obatan.


Radikal bebas dapat merusak struktur DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.


Paparan radikal bebas yang berlebihan dan terus menerus dapat meningkatkan risiko penuaan dini dan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan demensia. Sering terpapar radikal bebas juga bisa membuat tubuh mudah terserang penyakit dan lebih berisiko terkena katarak.


Oleh karena itu, tubuh membutuhkan antioksidan untuk melawan efek paparan radikal bebas tersebut. Beberapa zat yang memiliki sifat antioksidan adalah flavonoid, polifenol, beta karoten, lutein, likopen, selenium, seng, antosianin (pewarna pada buah dan sayuran), serta vitamin A, vitamin C dan vitamin E.


Beberapa penelitian menyebutkan bahwa vitamin D juga diduga memiliki efek antioksidan, namun hal ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.


Sumber Antioksidan Alami


Kamu bisa mendapatkan antioksidan alami dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan tanaman herbal, seperti kemangi atau kemangi, rosemary dan talas tikus. Selain itu, daging dan ikan tanpa lemak juga mengandung antioksidan, namun dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan rumput laut atau makanan laut selain ikan.


Berikut ini adalah jenis-jenis makanan sumber antioksidan:


1. Mangga


Buah berwarna kuning ini banyak mengandung antioksidan polifenol, beta karoten, serat, dan vitamin C. Kandungan nutrisi pada mangga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, dan baik untuk pencernaan. Selain mangga, buah-buahan lain seperti jeruk bali, aprikot, dan sirsak juga memiliki kandungan nutrisi yang mirip dengan antioksidan yang juga tidak kalah.


2. Stroberi


Stroberi yang memiliki warna merah cerah mengandung antosianin yang tinggi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan antosianin ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung, dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Antosianin juga banyak ditemukan pada buah-buahan berwarna cerah lainnya, seperti buah naga merah.


3. Bayam


Bayam mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan yang cukup tinggi, dan rendah kalori. Sayuran ini merupakan salah satu sumber terbaik lutein dan zeaxanthin, yang melindungi mata dari radikal bebas. Sayuran lain, seperti brokoli dan asparagus, juga merupakan sumber antioksidan yang baik.


4. Teh dan kopi


Tak hanya enak disantap, teh dan kopi, termasuk teh cascara, juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Kedua minuman ini mengandung flavonoid dan polifenol yang dapat membantu melawan kanker dan mencegah penyumbatan pembuluh darah. Kafein dalam minuman ini juga dapat membantu mencegah kepikunan. Selain teh dan kopi, antioksidan juga bisa ditemukan pada madu. Namun, madu tidak boleh diberikan pada bayi (anak di bawah 1 tahun). Pemberian madu pada anak sebaiknya diberikan pada anak yang berusia di atas 2 tahun.


5. Cokelat hitam (dark chocolate)


Bagi kamu yang menyukai cokelat, rutinlah mengkonsumsi cokelat hitam, karena cokelat jenis ini mengandung mineral dan antioksidan yang tinggi. Antioksidan yang terkandung dalam cokelat hitam dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan peradangan.


6. Makanan laut dan biji-bijian


Makanan laut, seperti kerang dan rumput laut, serta biji-bijian termasuk beras merah, mengandung antioksidan selenium dan seng. Zat ini memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh dan mencegah efek buruk radikal bebas.


Antioksidan dalam Bentuk Suplemen


Antioksidan buatan tersedia dalam bentuk suplemen makanan dan minuman, seperti sari buah mengkudu Tahiti, purwoceng, dan glutathione. Suplemen ini bekerja seperti antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan menangkal penyakit. Meski baik untuk kesehatan, mengkonsumsi suplemen antioksidan dosis tinggi juga bisa berisiko bagi kesehatan. Berikut penjelasannya:


  • Terlalu banyak mengonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten diduga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi perokok.

  • Vitamin E yang dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan stroke.

  • Suplemen antioksidan yang mengandung vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi secara berlebihan.


Untuk mendapatkan manfaat antioksidan, akan lebih baik jika kamu mengonsumsi makanan yang kaya akan zat tersebut setiap hari. Namun jika ingin menggunakan suplemen antioksidan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Dokter akan menyarankan jenis suplemen antioksidan yang sesuai dengan kondisi kesehatan kamu, beserta dosis yang tepat.



Comments

Popular posts from this blog

Facebook Buat Pelatihan WhatsApp Business Jelang Ramadan 2021

Seakan Dipaksa Bermain, Cedera Hamstring James Harden Kambuh

Bos Gojek mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan mitra Gojek sebagai penerima vaksin COVID-19.