Italia Berencana Pindahkan Kedubesnya di Afghanistan ke Doha Qatar
Ilustrasi Qatar. (dok. Unsplash.com/erprekurat)
Tangkas Net Indo - Italia berencana memindahkan kedutaan besarnya di Afghanistan ke Doha, Qatar. Kebijakan tersebut mengindikasikan Italia, secara permanen, akan mempertahankan misi diplomatik di luar Afghanistan setelah Taliban mengambil alih pemerintahan.
Beberapa hari lalu, sejumlah negara barat dan Uni Eropa telah menutup misi diplomatiknya di Kabul. Mereka juga mengisyaratkan akan menggunakan negara Teluk itu sebagai pusat hubungan diplomatik dengan Afghanistan.
Banyak diplomat yang dievakuasi sementara bulan lalu sekarang ditempatkan di Qatar, yang telah menjadi kantor politik untuk negosiasi perdamaian dan dialog dengan Taliban sejak 2013.
Italia berencana untuk merelokasi misi diplomatik dengan Afghanistan
Beberapa negara seperti China, Iran, Pakistan, Rusia dan Turki telah membuka kembali kedutaan mereka di Kabul. Mereka memiliki peluang besar untuk mempengaruhi pemerintahan baru Taliban, yang masih dibentuk.
"Saya akan bertemu hari ini dengan Emir (pemimpin) Qatar dengan menteri luar negeri, karena niat kami untuk merelokasi kedutaan yang kami miliki di Kabul ke Doha," kata Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio, Minggu (5/9/2021). . ).
"Qatar telah menjadi pusat hubungan diplomatik sehubungan dengan pemerintah Afghanistan yang sedang dibentuk ini," tambahnya.
Qatar meminta negara-negara barat untuk mendukung Taliban
Pada akhir Agustus, Qatar juga mengundang negara-negara barat untuk mendukung pemerintahan Taliban. Qatar tidak merekomendasikan kebijakan isolasi, yang hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan dan pembangunan di Afghanistan.
“Jika kita mulai memberikan syarat dan menghentikan keterlibatan, kita akan meninggalkan kekosongan, dan pertanyaannya adalah siapa yang akan mengisi kekosongan ini?” Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, seperti dikutip oleh Al Jazeera.
“Kami percaya bahwa tanpa keterlibatan kami, (Afghanistan) tidak dapat mencapai kemajuan nyata di bidang keamanan atau di bidang sosial ekonomi. Peran kami adalah mendesak mereka (Taliban) untuk memiliki pemerintahan yang moderat, yang mencakup semua pihak dan tidak mengecualikan pihak manapun," sambungnya.
Mullah Baradar adalah kandidat terkuat untuk pemimpin Afghanistan
Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar Akhund, dikabarkan akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan. Berita ini muncul setelah beberapa hari informasi tentang Hibatullah Akhundzada yang akan memimpin negara.
"Semua pemimpin utama sudah tiba di Kabul, di mana persiapan untuk mengumumkan pemerintah baru sudah di tahap akhir," kata seorang pejabat Taliban, Jumat.
Sumber anonim itu mengatakan Mullah Baradar, yang saat ini menjabat sebagai kepala kantor politik Taliban, akan menjadi kepala pemerintahan Afghanistan. Baradar telah kembali ke Afghanistan, dua hari setelah Taliban menguasai negara itu.
Baradar diperkirakan akan didampingi oleh Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang pendiri Taliban Mullah Omar. Selain itu, nama Sher Mohammad Abbas Stanekzai juga disebut-sebut mengisi posisi utama di pemerintahan.

Comments
Post a Comment