Junta Militer Myanmar Bebaskan “Buddhis Bin Laden” Biksu Anti-Islam
Sumber foto: cnbcindonesia.com
Tangkas Net Indo - Junta militer Myanmar telah membebaskan seorang biksu yang dipenjarakan oleh pemerintah Aung San Suu Kyi karena dianggap anti-Islam. Biksu itu bernama Ashin Wirathu, yang pernah dijuluki oleh majalah Time sebagai “Buddhis Bin Laden” karena perannya dalam membangkitkan kebencian antar agama di Myanmar.
Dilansir Channel News Asia, berdasarkan pernyataan junta, Senin (6/9/2021), Ashin dibebaskan setelah semua dakwaan terhadapnya dicabut. Ia juga dibebaskan karena harus menjalani perawatan di rumah sakit militer, tanpa memberikan rincian penyakit apa yang dideritanya.
Sangat membenci etnis Rohingya
Pria berusia 53 tahun itu telah lama dikenal karena retorika nasionalis anti-Islamnya, terutama terhadap etnis Muslim Rohingya, yang kewarganegaraannya tidak diakui oleh pemerintah Myanmar.
Pada tahun 2017, otoritas Buddhis tertinggi Myanmar melarangnya berkhotbah selama satu tahun karena narasi kebenciannya. Setelah pelarangan berakhir, pengkhotbah pro-militer itu kembali muncul di berbagai pertemuan dengan narasi kebenciannya.
Menuduh Aung San Suu Kyi sebagai pejabat korup
Ashin juga menuduh pemerintahan Suu Kyi melakukan korupsi. Dia juga marah karena rezim Suu Kyi gagal merevisi konstitusi seperti yang diusulkan oleh junta.
Selain kebencian terhadap Muslim Rohingya, Ashin juga ditahan karena khotbahnya menghasut kebencian terhadap peraih Nobel Perdamaian yang kini menjadi tahanan politik junta tersebut.
Myanmar menyetujui gencatan senjata
Seperti dilansir Reuters, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar, Erywan Yusof mengatakan, pihak berwenang Myanmar telah menyepakati gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke negara itu.
Yusof pada dasarnya ingin memasuki Myanmar secepat mungkin. Namun, dia belum mendapatkan jaminan akses ke semua pihak, termasuk akses untuk berkomunikasi dengan Suu Kyi dan Presiden terguling Win Myint.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada 1 Februari 2021. Pengejaran agresif militer terhadap kekuasaan dari gerakan pembangkangan sipil telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, kelompok pemantau lokal melaporkan.

Comments
Post a Comment