Presiden Joe Biden buat nasib Huawei makit terpuruk

 Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden belum lama ini mengubah izin perusahaan negara miliknya yang ingin berbisnis dengan Huawei. Mereka akan membatasi perusahaan yang memasok raksasa teknologi China itu dengan barang-barang yang dapat digunakan dengan perangkat 5G, menurut sebuah sumber.


Dengan aturan tersebut, dapat mengganggu kontrak yang telah disepakati dengan mengacu pada era Presiden Donald Trump berkuasa, mengutip situs Gadgets 360, Senin 15 Maret 2021.


Seorang juru bicara Departemen Perdagangan AS menolak mengomentari masalah tersebut. Ia hanya mengatakan informasi lisensi itu rahasia. Sementara juru bicara Huawei juga menolak berkomentar tentang perubahan lisensinya.


Huawei pun masuk dalam daftar entitas pada 2019. Hal ini membuat semua perusahaan AS tak lagi leluasa mengekspor teknologi. Salah satunya adalah Google, yang tidak diperbolehkan memberikan lisensi Android. Hal ini menyebabkan perangkat Huawei setelah aturan tersebut hadir tanpa layanan Google.


Sedangkan pada Januari, pemerintahan Trump menolak 116 izin senilai total US $ 119 miliar atau Rp1.716 triliun. Menurut dokumen Kementerian Perdagangan, hanya empat izin yang disahkan senilai US $ 20 juta (Rp288,5 miliar).


Sebagian besar yang ditolak terbagi dalam tiga kategori, yaitu memori, handset, dan perangkat lain serta aplikasi jaringan. Pada periode 2019-2020, pemerintah negara Paman Sam menyetujui lisensi bagi perusahaan AS untuk menjual barang dan teknologi senilai US $ 87 miliar kepada Huawei, kata dokumen itu.


Lisensi ini umumnya berlaku selama 4 tahun. Pembatasan lisensi baru membuat beberapa pemasok berisiko. Menurut satu lisensi yang direvisi, yang berlaku pada 9 Maret 2021, item tersebut tidak boleh digunakan 'dengan atau pada perangkat 5G apa pun'.


Ini akan melarang item memasuki perangkat 5G meskipun tidak ada hubungannya dengan jaringan 5G. Rumor juga menyebutkan bahwa barang tertentu harus memiliki kepadatan maksimal 6 GB dan persyaratan teknis lainnya.


Kedua lisensi yang direvisi mengatakan bahwa sebelum mengekspor, Huawei harus menerapkan rencana kontrol suku cadang dan memberikan catatan inventaris kepada pemerintah AS berdasarkan permintaan.

Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya

Comments

Popular posts from this blog

Facebook Buat Pelatihan WhatsApp Business Jelang Ramadan 2021

Seakan Dipaksa Bermain, Cedera Hamstring James Harden Kambuh

Bos Gojek mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan mitra Gojek sebagai penerima vaksin COVID-19.