Zach Avery Tertangkap Polisi Karena Telah Lakukan Penipuan Dengan Skema Ponzi

 

Sumber : Loud and Clear Review


Tangkasnetindo - Aktor Zach Avery atau Zachary J Horwitz diciduk pihak kepolisian Los Angeles pada Selasa 6 April 2021 lalu atas kasus penipuan investasi yang dikenal dengan nama skema ponzi. Melalui beberapa penyelidikan federal, disebutkan jika total penipuan yang dilakukan oleh Zach Avery mencapai USD 227 juta atau sebesar Rp 3,2 triliun.

Pria yang kini berusia 34 tahun tersebut menipu banyak perusahaan dengan alasan jika dirinya memiliki lisensi dari beberapa film dan telah bekerjasama dengan Netflix hingga HBO untuk pemutaran film-film tersebut.

Aktor yang dikenal melalui penampilannya di film berjudul The Devil Below hingga You're Not Alone itu membuat banyak email palsu dari studio-studio tersebut dengan tujuan memalsukan perjanjian distribusi agar dapat mengalirkan uang-uang dari investornya.

Hal tersebut diungkapkan oleh agen FBI yakni John Verrastro dalam keterangannya seperti dilansir dari LA Times. Verrastro mengatakan jika Zach Avery memiliki perusahaan distribusi fiktif dengan nama 1inMM Capital LLC yang menampung dana dari para investor.

Kejadian ini ternyata sudah berlangsung lama, seperti pada tahun 2015 Zach Avery berbohong pada investornya dengan mengatakan jika perusahaannya memegang 52 lisensi distribusi film Hollywood ke Australia, Selandia Baru, Afrika hingga Amerika Selatan.

Film-film yang diakuinya antara lain adalah Kickboxer milik Jean-Claude Van Damme yang dirilis pada 1989 hingga film horor tahun 2012 bertajuk Lord of Salem. Pihak investor pun dijanjikan keuntungan hingga 40 persen yang membuat banyak orang tergiur dengan hal tersebut.

"Dengan pertumbuhan tersebut, kita mampu secara aman dan menguntungkan untuk mendistribusikan lebih dari 25 film pertahunnya yang mana membuat keuntungan investasi dan pertumbuhan substansi dalam perpustakaan film yang kami miliki," tutur Verrastro membacakan surat dari Zach Avery.

Tapi sayangnya semua yang dikatakan Zach Avery hanyalah omong kosong belaka, Netflix dan HBO tak pernah bekerjasama dengan dirinya atau perusahaan miliknya itu. Bahkan Zach Avery tak pernah memiliki hak pendistribusian satu film pun dari katalog yang dipamerkannya.

"Pada kenyataannya, baik Zach Avery maupun 1inMM Capital pernah melakukan korespondensi dengan Netflix atau pun HBO melalui email. Horwitz dan 1inMM Capital juga tak pernah menjalin kerjasama bisnis dengan Netflix maupun HBO," ujar Verrastro.

FBI juga mengatakan jika uang-uang yang didapatkan oleh Zach Avery melalui tindak penipuan tersebut langsung digunakan dengan berbagai macam cara, seperti membeli rumah mewah enam kamar di Beverlyhood seharga USD 6,2 juta pada tiga tahun lalu.

Pihak pengadilan meminta Avery untuk membayar biaya jaminan sebesar USD 1 juta, selama ia tak mampu membayarnya maka ia akan tetap mendekam di dalam penjara hingga persidangan lebih lanjut.

Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya



Comments

Popular posts from this blog

Facebook Buat Pelatihan WhatsApp Business Jelang Ramadan 2021

Seakan Dipaksa Bermain, Cedera Hamstring James Harden Kambuh

Bos Gojek mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan mitra Gojek sebagai penerima vaksin COVID-19.