Seputar Nikotin yang Perlu Kamu Ketahui

 

Ilustrasi, sumber foto: freepik.com


Tangkas Net Indo - Kandungan nikotin dalam tanaman tembakau dapat membuat penggunanya ketagihan. Nikotin ditemukan dalam rokok, cerutu, kretek, atau produk tembakau lainnya. Karena efek adiktif (candu), perokok sulit berhenti merokok.


Nikotin merupakan alkaloid (senyawa basa yang mengandung nitrogen), dengan aroma khas dan warna bening. Senyawa ini akan berubah warna menjadi coklat jika terkena udara. Senyawa ini menyebabkan gigi perokok menguning.


Merokok dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan efek merokok, termasuk efek nikotin, merupakan masalah kesehatan global, tidak terkecuali di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 75% penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun adalah perokok aktif.


Inilah Mengapa Nikotin Berbahaya


Nikotin diserap melalui kulit, selaput lendir hidung dan mulut, atau paru-paru melalui inhalasi. Saat merokok (merokok tembakau, shisha, atau vaping), nikotin yang dihasilkan mampu mencapai otak dalam waktu 10 detik setelah senyawa ini dihirup.


Selain membuat penggunanya kecanduan, nikotin juga memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan kamu. Diantara mereka:


  • Menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan.

  • Meningkatkan air liur.

  • Menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, sakit perut, muntah, dan diare.

  • Peningkatan denyut nadi dan tekanan darah.

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, dan diabetes.

  • Merusak kulit dan merangsang penuaan dini.

  • Meningkatkan risiko terkena kanker, terutama kanker paru-paru.

  • Kurangi nafsu makan.

  • Dampak pada masalah kesuburan.

  • Menyebabkan keguguran dan komplikasi selama kehamilan.

  • Menurunkan daya tahan.

  • Mati.


Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa kamu kecanduan nikotin, yaitu ketidakmampuan untuk berhenti menggunakan produk tembakau seperti rokok, terus ingin merokok meskipun ada komplikasi dari masalah kesehatan, mengalami gejala putus nikotin, dan terus menggunakan produk tembakau meskipun kamu mengetahuinya. efeknya tidak baik untuk diri sendiri dan keluarga. orang-orang di sekitarnya. Perlu kamu ketahui bahwa putus nikotin dapat menyebabkan lekas marah, sulit tidur, nafsu makan meningkat, pusing, berkeringat, gangguan mood seperti merasa tertekan, dan sulit berkonsentrasi.


Cara Mengatasi Kecanduan Nikotin


Untuk mengatasi kecanduan nikotin, kamu harus berhenti merokok, atau menggunakan produk tembakau sebagai pengganti rokok jika dokter kamu merekomendasikannya. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk saran cara berhenti merokok, serta mengatasi efek kecanduan nikotin. Selain itu, peran keluarga, teman, rekan kerja, atau lingkungan seringkali mendukung tingkat keberhasilan berhenti merokok.


Perawatan untuk kecanduan nikotin umumnya akan menggabungkan terapi perilaku dan pengobatan untuk membantu kamu berhenti merokok dan melawan keinginan untuk merokok lagi.


Selain berkonsultasi dan menggunakan obat sesuai anjuran dokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan nikotin, yaitu:


  • Lakukan olahraga secara teratur.

  • Buang dan jauhi semua produk tembakau dari sekitar kamu.

  • Hindari bergaul dengan teman atau kolega yang merokok.

  • Makan makanan sehat.

  • Buatlah target saat kamu harus berhenti merokok, dan usahakan untuk mencapai target yang kamu tetapkan.


Dibutuhkan kesabaran dan tekad untuk benar-benar bebas dari efek nikotin. Jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa mencari bantuan medis dari dokter untuk menemukan cara berhenti merokok yang tepat untuk kamu.

Comments

Popular posts from this blog

Facebook Buat Pelatihan WhatsApp Business Jelang Ramadan 2021

Seakan Dipaksa Bermain, Cedera Hamstring James Harden Kambuh

Bos Gojek mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan mitra Gojek sebagai penerima vaksin COVID-19.