Pemerintah Singapura Nyatakan Siap Hadapi COVID-19 yang Mewabah

 

Tangkas Net Indo - Seorang wanita duduk di Marina Bay di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)


Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan tambahan 1.178 kasus COVID-19 pada Selasa (21/9/2021). Itu adalah kenaikan harian terbesar sejak April 2020.


Lonjakan kasus terjadi ketika negara itu mencoba hidup berdampingan dengan virus. Menurut Worldometers, hingga Kamis (23/9/2021), Singapura melaporkan total 81.356 kasus COVID-19 sejak awal pandemi, dengan 68 orang meninggal dan 72.090 sembuh.


Di tengah lonjakan kasus ini, Singapura menyatakan siap menghadapi COVID-19 yang mewabah. Mereka mengambil langkah untuk menjadi negara yang tangguh dari COVID-19.


“Berawal dari penilaian kami bahwa, dengan mutasi virus, tidak mungkin lagi menghilangkan COVID-19 sepenuhnya, bahkan jika kita melakukan lockdown untuk waktu yang lama. Kelangsungan hidup Singapura bergantung pada kemampuannya untuk tetap relevan dan terhubung dengan seluruh dunia," kata Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Nayar, dalam pertemuan online dengan pemimpin redaksi, Kamis (23/9/2021).


Singapura akan lanjutkan pembukaan


Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, negara itu akan melanjutkan pembukaannya secara hati-hati dan bertahap. Hal ini dilakukan karena belum ada tanda-tanda COVID-19 akan hilang di seluruh dunia, apalagi sekarang sudah ada varian Delta yang lebih mudah menular.


Kedutaan juga mengatakan strategi keseluruhan Singapura adalah keseimbangan yang hati-hati antara melindungi kehidupan dan mata pencaharian.


Menurut kedutaan, jika dibandingkan tahun lalu, Singapura saat ini berada dalam posisi yang lebih baik dalam menghadapi situasi COVID-19. Apalagi dengan meningkatnya kemampuan testing dan contact tracing COVID-19, serta dengan berjalannya program vaksinasi dengan baik.


Singapura dapat meluncurkan program vaksinasi tahunan


Kedutaan lebih lanjut mengatakan vaksinasi tetap menjadi kunci bagi Singapura untuk membuka kembali negara itu dengan aman. Menurut data, per 22 September 2021, 82 persen warga Singapura telah menyelesaikan vaksinasi, sementara 84 persen telah menerima setidaknya satu dosis.


Namun dalam jangka panjang, pemerintah Singapura berencana untuk mempertahankan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap varian mutan baru COVID-19 yang resisten terhadap vaksin saat ini.


"Kami mungkin harus meluncurkan program vaksinasi tahunan yang komprehensif di mana vaksinasi tambahan secara teratur diberikan kepada penduduk," kata Anil.


“Mulai bulan ini, kami telah memberikan vaksinasi tambahan kepada lansia berusia 60 tahun ke atas, penghuni fasilitas perawatan lanjut usia, dan orang yang mengalami gangguan kekebalan,” tambahnya.


Kedutaan juga mengatakan bahwa Singapura telah menerapkan pendekatan diferensiasi vaksinasi di dalam negeri, yaitu individu yang telah divaksinasi lengkap dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang lebih luas. Sementara itu, individu yang tidak divaksinasi perlu mengambil langkah-langkah manajemen yang lebih aman untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.


Strategi Singapura dalam menghadapi pandemi


Terkait lonjakan kasus COVID-19 saat ini, Dubes Anil menyatakan bahwa peningkatan jumlah infeksi bukanlah sesuatu yang tidak diantisipasi ketika Singapura berniat memperlakukan COVID-19 sebagai penyakit endemik. Anil juga menekankan bahwa cakupan vaksinasi yang tinggi di negara ini sejauh ini telah melindungi sistem perawatan kesehatan dari kewalahan.


"Jumlah pasien yang sakit parah dan meninggal dunia sedang dipantau secara ketat, dan situasinya dapat dikendalikan, sebagian besar karena percepatan vaksinasi," katanya.


“Kami akan terus menyesuaikan strategi penanganan COVID-19 kami sejalan dengan perubahan situasi. Bahkan saat kami menangani dampak pandemi, kami akan terus fokus pada peran internasional Singapura sebagai pusat terpercaya dan menciptakan peluang baru untuk pengembangan lebih lanjut dalam situasi pasca-COVID19," tambahnya.


Singapura akan tetap terbuka untuk bisnis dan investasi. Selain itu, negara tetangga Indonesia juga tetap terbuka terhadap talenta global, yang menurutnya akan sangat penting bagi masa depan Singapura.


“Singapura tetap berkomitmen untuk bekerja dengan mitra global yang berpikiran sama, termasuk Indonesia, dalam memberikan respon global yang terkoordinasi terhadap pandemi dan memfasilitasi konektivitas dan ketahanan rantai pasokan,” kata Anil.

Comments

Popular posts from this blog

Facebook Buat Pelatihan WhatsApp Business Jelang Ramadan 2021

Seakan Dipaksa Bermain, Cedera Hamstring James Harden Kambuh

Bos Gojek mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan mitra Gojek sebagai penerima vaksin COVID-19.